Kamis, 01 Desember 2016
I am okay
Malam hari waktu dimana pikiran selalu melayang layang kemanapun, kemanapun.....
Tak sengaja aku melihat postingan salah satu teman di sosial media, ada yang membuatku terpana. Bukan isinya, melainkan salah satu orang yang meresponnya dengan tanda "love".
Aku sebenarnya tidak pernah punya masalah dengan "orang" ini. Tapi entah mengapa kerap kali aku tak berhenti berpikir tentangnya. Siapa dia? She's had ever in my man's life for little time.
Meskipun begitu rasanya apa yg sudah pernah ada, berikan impact padaku sekarang.
Well, if you know the fact people always give a damn in my relationship story. Ada yg curiga penuh prasangka bagaimana aku dan dia hingga saat ini masih bersama. Ada juga yang masih tak percaya. Some of them think that I forced my man to be with me. Wth! I AM NOT TRASHY.
Susah juga percaya sebenarnya kalau yg blg seperti itu most of people close to us, around our circle everyday.
Thus, I always make sure to him about what he feels to me. I am curious. But, praise to the lord he loves me in anyways. Alhamdulillah.
Harusnya dgn seperti itu keyakinan mereka terpatahkan. But sometimes situation got me overthinking.
I am a quote reader, guys. Yes! To cheer up my self, i always read some motivational quote. Why didnt I tell to my friend to get some advive? I HAVE, but I got no some advice. Hehehehehe
Some of quotes that i have read said that I have to live today not think about past. Yaaaah, It should be. I have been trying to forget the past. But sometimes past appears on my mind. Life never get easier, we just get stronger, doesnt it?
Trust allah, believe in me. Kata kata itu yg selalu ada dipikiran aku. Kadang juga sempat membandingkan diri sendiri dengan salah satu teman yg pernah diselingkuhi mantan kekasihnya namun tetap bisa berteman baik dengan mantan kekasihnya tersebut. How amazing she is(I think), Forget the past, live the present.
Aku sangat pencemburu, entahlah. Baru pertama kali aku bersikap se possesive ini, kadang juga aku malu, kadang juga berlalu tak mau tau. But, I try to be wiser, to believe my self everything gonna be okay. I love him all the way. I can't stop thinking about him. I love him 😊😊😊
Aku tipe tipe orang yang suka bercerita, ya memang aku harus bercerita. Aku tak mampu simpan beban masalah yang aku hadapi sendiri. But, I have not find where I supposed to belong. Aku belum menemukan teman yang sejalan, yang mau menerima aku di semua keadaan. Teman yang mampu Menampung tangisan tanpa harus merendahkan, berbicara tanpa harus ada dusta dan juga tertawa dengan banyak cerita.
Aku ingin seperti rasulullah saw, punya banyak sahabat yang mau menemani hingga detik terakhir di dunia. Namun bukankah beliau harus melewati berbagai cobaan dl agar orang mau menerimanya, mendapat cacian dan makian agar orang mau menerima ajarannya. Akhirnya hanya orang orang terpilihlah yang mampu menemaninya.
Sekarang apa yang bisa kita andalkan selain diri sendiri dan doa. Kita yang bisa menyetir diri kita sendiri agar bisa bisa lebih bijak dalam menghadapi sesuatu. Jangan sampai kehilangan hidayah untuk berdoa. Allah is everything. Doa adalah amunisi dan senjata segala situasi yg kita hadapi.
Rabu, 23 November 2016
dia korban?
Rabu, 18 Mei 2016
Sabtu, 12 Maret 2016
Diari Nafisah
Tumben sekali rumah sakit ini terlihat lengang, padahal rumah sakit ini merupakan salah satu rumah sakit terbesar di kota ini. Bisa dibilang rumah sakit ini tidak memandang kelas sosial, semua kasta ada disini.Nafisa masih duduk di salah satu sudut di rumah sakit yang sangat sepi. ia duduk di sebuah bangku yang menghadap ke sebuah taman. Ia memandangi layar telepon genggamnya, ada kegelisahan disana. Sehari sebelumnya ia mendapat telepon dari dokter yang biasa merawatnya kalau ia harus melakukan tes darah lanjutan dan beberapa rontgen di tubuhnya. itu yang membuatnya harus membolos satu mata kuliah tadi sore untuk segera menemui sang dokter. Seperti biasa, nafisa selalu dijemput dan diantar oleh Aldi,kekasihnya. Nafisa tak memberi tahu Aldi perihal hal ini, dia tak ingin membuat Aldi khawatir atas keadaanya. karena terburu-buru nafisa tidak sengaja menjatuhkan jam tangan Aldi. hal itu membuat Aldi sangat marah pada nafisa, karena itu adalah jam kesayangannya. Ia meninggalkan nafisa tanpa sepatah kata pun di depan rumahnya.
nafisa masih gelisah memandangi layar telepon genggamnya. Tak ada balasan pesan dan jawaban dari panggilan yang ia tujukan pada Aldi.
jam dinding menunjukan pukul 19.10 itu berarti masih ada waktu 20 menit lagi sebelum penanganan medis oleh dokter. Nafisa masih terus mengirim pesan permohonan maafnya pada aldi atas ketidak sengajaannya.
"hai Naf" seorang wanita berumur sekitar 30 tahunan duduk disamping nafisah dengan mengumbar senyumnya yang legit. Ia adalah Suster shanty, suster senior yang biasanya berurusan dengan nafisa jika ia sedang membutuhkan perawatan medis
Nafisa membalas senyumnya dengan pelukan yang kulayangkan ke tubuhnya. Aku merasa nyaman sekarang, Nafisah selalu merasa sendiri akhir akhir ini karena selama ia sakit tak ada satupun yang mengetahuinya termasuk kedua orang tuanya . Ia tak mau membuat mereka kasihan bahkan khawatir atas keadaannya.
"kamu kenapa?"
"Aku takut, sus. Aku takut kalo emang beneran aku kenapa-napa"
"kamu selalu begitu, takut sebelum waktunya, takut pada hal yang tidak ada, panik dan gelisah yang menjurus pada ekspektasi ekspektasi fana yang membuat kamu berpikir dan pembuluh darah di otak bekerja lebih keras. uda berapa tisue kamu habiskan untuk mimisan kamu barusan?"
"masih 5 sus hehehehehe"
suster shanty menasihati Nafisa panjang lebar tentang bagaimana cara "Living the Life Positively". Ternyata ia memerhatikan nafisah dari tadi selama ia duduk disini, seharusnya jam dinas suster shanty sudah habis namun demi nafisa, beliau rela tak pulang kerumah tepat waktu. Suster Shanty juga menjelaskan kalau dokter yang menanganiku kali ini bukan dokter yang biasanya. Beliau bilang kalau dokter kali ini spesial. entah apa yang dimaksud spesial nafisa juga tidak tahu.
19.30, Suster Shanty mengantarkan nafisah masuk ke sebuah ruangan, entah apa itu. Ia menyuruh nafisah melepas alas kaki , mencuci tangan dan kaki dahulu sebelum tindakan medis. dan lagi, ia juga menyuruhnya melepas semua pakaian yang melekat pada tubuh dan menggantinya dengan jubah khas rumah sakit lengkap dengan penutup kepala.
sebelum masuk keruangan Nafisa meminta ijin suster Shanty untuk mengirim pesan kepada aldi untuk mengabari kondisinya sekarang, meskipun ia tak berharap banyak ada balasan dari kekasihnya yang sedang sebal padanya.
Nafisa gugup kali ini . Ia hanya melafadzkan doa doa di setiap detik berjalannya. Ia tidak tahu tindakan dokter apalagi yang harus ia jalani.
Suster Shanty masih bersamanya, kali ini suster Shanty mengantarkannya ke sebuah ruangan lagi. Seorang pria tinggi dengan memakai pakaian medis lengkal yang sama dengan nafisa membuka kan pintu untuk.
"hello nafisa. How are You?" suaranya terdengar aneh, ia berbahasa inggris namun berlogat Jepang
aku membuka separuh masker yang menempel pada wajahku untuk membalas senyum padanya. ia menyuruhku berbaring di kasur. Tak lama sang dokter pun memanggil Suster Shanty untuk ikut dengannya. Suster shanty menghampiriku dengan ekspresi genit menggodaku
"kamu tau ngga dia siapa dan bilang apa tadi?"
Nafisa menggeleng
"dia itu dokter Takha Mouri, spesial penyakit dalam. nah kenapa aku bilang spesial soalnya dia ini barusan ke Indonesia dan kamu orang pertama yang dia periksa. padahal rencananya rumah sakit ini menggunakannya hanya untuk kasus kasus yang berat dan beberapa penelitian"
"hah? jadi penyakitku berat dong?"
"ya nggak, dia itu pengen periksa kamu gara gara waktu tanya tanya pasien ke prof hadi, prof hadi cerita tentang kamu gitu. Prof hadi bilang ada pasiennya yang lucu dan dia bilang kamu"
suster Shanty melepaskan tawanya, yang membuat Nafisa ikut hanyut juga kesana. Nafisa tidak tau apa ini salah satu cara untuk menghiburnya agar tidak terlalu tegang atau memang itu benar adanya
"trus sus dia td bilang apa?"
"dia bilang kalo she's beautiful with dimples on"
"wahahahahahaha serius sus?"
"iya aku serius, kamu yang tenang ya. jangan tegang semua akan baik baik aja"
suster shanty meninggalkanku, kini giliran dokter Takha yang menghampiriku.
"you'll allright. beauty. it's getting rain outside, hope the sound of the rain will peace you. oke i'll handle you. just wait a minute and close your eyes"
Nafisa merasakan sakit dibagian ujung lengan bagian dalam, lalu ia tak ingat apa-apa. ia tertidur.
--------------------------------
Nafisa masih bisa merasakan sakit di lengannya, tapi nafisa memaksakan terbangun dari tidur sesaat. nafisa masih bisa menggerakan semua sendi-sendi di tubuhnya. ia lihat jam dinding masih pukul 9 malam. Jadi tadi hanya membutuhkan waktu sekitar satu setengah jam penanganan medisku. nafisa sebenarnya juga tidak tahu apa yang telah dilakukan dokter itu yang jelas kini ia hanya ingin pulang sebelum orang tuanya mencemaskannya.
tirai yang mengitari sekitar tempat tidur yang kutempati ini tiba tiba terbuka oleh seorang lelaki.
"nafisa, you just woke up. Is everything alright?"
"yes,im alright, dok"
"could you please stay here for a night to recovery ?"
nafisa terdiam sejenak, kali ini banyak yang pikirkan. Ia membawa uang tabungannya yang hanya bernilai 6 juta rupiah, ia takut jika memilih bermalam di rumah sakit ini, biaya administrasi yang ia bayarkan akan mahal mengingat ia tak punya asuransi apapun dalam perawatan ini. lebih lagi, ia juga bingung dengan alasan yang akan ia berikan pada orang tuanya perihal bermalam di rumah sakit. padahal ia tadi hanya berpamitan untuk main kerumah teman pada orang tuanya.
setelah beberapa saat berpikir, ia menolak halus untuk tidak bermalam di rumah sakit. Dokter takha Mouri juga tidak memaksakan keputusan Nafisa, ia hanya berpesan untuk segera kembali kalau ada apa- apa lagi.
Suster Shanty mendatangiku. Ia membantuku untuk turun dari tempat tidur, suster shanty masih setia menungguku ternyata.
setelah menyelesaikan administrasi di loket, Nafisa segera bergegas beranjak dari rumah sakit ini. suster Shanty juga bilang kalau hasil tes bisa diambil tiga hari lagi.
Nafisa memberanikan diri membuka telepon genggamnya, ia tak banyak berharap ada balasan dr Aldi yang masih ia cemaskan. Ada satu pesan masuk, ia mulai berharap harap cemas untuk membukanya. Tp memang itu dari Aldi seperti yang ia inginkan. Dari beberapa panjang pesan yg Nafisa sampaikan tentang keadaannya, ia hanya menjawab
: semoga lancar:
Meskipun begitu, Nafisa sudah sangat gembira dan tak lagi ada pemicu kecemasannya lagi.
di depan rumah sakit ia masih terlihat hujan deras mengguyur. kali ini ia bingung bagaimana cara pulang. walaupun jarak antara rumah sakit dan rumahnya terbilang dekat namun jalanan di sekitar banjir. Ia mencoba menelpon salah seorang temannya yaitu Kadek untuk mengantarkannya pulang. kebetulan rumah Kadek juga tak jauh dari rumah sakit ini. Seperti gayung bersambut,kadek mengiyakan permintaan tolong Nafisa.
15 menit kemudian dua wanita dengan kendaraan berbeda yang sudah basah kuyup akibat menerjang hujan sudah berhenti di depan nafisa. Mereka Salsa dan Kadek. aku menyuruh mereka untuk berteduh dulu kedalam lobi rumah sakit sambil menunggu hujan reda,
"kok kalian bisa berdua?" tanyaku pada mereka
"trus kamu ngapain disini?" sekrang ganti salsa yang berbalik tanya,
"aku tadi beli obat doang disini. btw makasih ya uda mau capek capek jemput"
"Aldi mana? ko ga dianter" kali ini kadek yang penasaran
"iya tadi aldi ad urusan jadi ngga bisa anter untung ada kalian"
Kadek bilang kalau ia mengajak salsa untuk menjemput nafisa karena ia takut aku mengalami sesuatu yang berarti gara gara Nafisa meminta dijemput dirumah sakit. Kadek mengajak untuk nekat menerobos hujan yang masih rapih dengan lebat mengairi kota ini. aku terpaksa ikut ide gilanya, aku dengan kadek di motor yang sama. Mereka mengajakku untuk menuju kesalah satu tempat makan rupanya. kita bertiga tak memakai jas hujan jadi kita bertiga benar benar basah kuyup selama perjalanan. terasa sekali guyuran hujan mengenai lenganku yang masih terasa sakit.
Dalam perjalanan, di tengah hujan. Nafisa mengucap syukur karena diberikan teman seindah mereka.
"Sebenernya ini kurang dhawiyah, andai dhawiyah berada bersamaku, kadek dan salsa pasti lebih seru lagi dan aku tak lagi memikirkan penyakitku. Sayang, dhawiyah sedang menunggu mamanya yg sdg sakit jd aku juga berdoa supaya mama dhawiyah cepat sembuh" - 11 maret, Nafisa-
Minggu, 24 Januari 2016
Her Silence Heart
Kenny starred the pouring rain at the window with some thought on her mind. the fall drop was as much as her tears. She reminded the life she has been through.
Kenny is married. She married with a man who her parent had choosen. Both had known each other, because they were at same high school. In same school didn't mean make them close each other. Kenny had heard about Rob. The leader of soccer club that never date girl in school. Rob was so introvert, he would talk if he needed to. Kenny agreed with her parent choice, she didnt think about her feeling to him. As she knew, to see her parent happy is her responsibility to take.
Kenny didn't know that rob was so popular in his office. There were many girls that felt in love with him. kenny had heard about the girl that always flirt to him, but she was not getting jealous. She tend to dont care about it. But one day, when she starred at the mirror and looked at herself, she realized something. She talked to herself "how long will you do this, dont care about your husband and dont pay attention at all. Let yourself attempt to love him. He need you". Kenny took a breath deep and exhale it. She reminded her self that what she had choosen is the responsibility to bear. Rob is her responsibility. Whatever the situation was, she had to take care and pay attentiom to rob. Rob is her husband.
As time flies, kenny tried to love him as much as she could. Kenny believed that rob tried too.
yes, couldn't hide the fact that kenny felt in love to him. Kenny loved the way he gave attention, made a fun and some warm hugs that she never got before.
Rob had ever told to kenny, before they're married, rob had ever date with a girl named rachel. As they go along together, rob realized that rachel had fiance. Rob left her behind and didnt talk to her after that.
In mid january 1979, the trouble came into Rob and Kenny. Gwen, rachel's sister is kenny's office mate. Gwen was the only one who disliked kenny's marriage because she thought that Rob was supposed to belong to her sister. Gwen was the main trouble in kenny's day in her office. Whatever that kenny did, would be a mistake. Kenny couldnt bear for it.
In one night she told to rob whats happened, she cried on his arm. Kenny couldnt ask more than his hug. Rob also told that Rachel was trying to flirt him again. But rob didnt give a damn of her. Kenny thanked to him because of his action that didint make kenny brokenhearted.
As they went along to build the dreams-come-true marriage, everything had changed. Rob became tempramental and
Perfunctory. Rob back home so rarely. He told that he had many works to do outside. They both became lack of conversation in every single day but as long as she could, she always gave attention to her husband as the wife's responsibility. Rob infrequently to call her back. Kenny was so guilty, she thought that may she was wrong or had some mistakes to him. Rob didnt answer, he tend to shut his mouth up and didn't talk anything. It tortured her mind and soul. Kenny missed her half and feel so weak about this. Kenny cried out loud in every single day and never tired to pray to god.
One day, kenny came into her husband's office to give some food for lunch. Kenny called him to meet kenny in front of his office but no anwered at all. kenny tried again and again but no answered. Kenny thought that her husband was on meeting or the another important thing. Kenny waited him. Two hours no his face came. Kenny was so hopeless. Then there was the security staff came to her asked "what are you waiting for madam?"
"I am waiting for my husband, is he in his room?"
"Yes, it is a breaktime, mr. Ferguson must be in his room. May I call him to you?"
"No thank you, sir"
Kenny left her husband's office. She tried to hold her tears. She walked away in middle of the rain.
"Hey beauty come in, come in. You looked so messy"
The elderly women called kenny when she walked. Kenny came into her little house. She was so alone, because her husband was died and her kids leave at another country.
"I am sorry beauty, I just can give you this. I have no everything that may you have" the woman gave kenny towel and a cup of tea
"I have seen you walked with empty stare. Are you sad?"
Kenny didnt answer she just saw the woman face who reminded her with her passed granny. The women came to kenny and hug her tight. Kenny couldnt hold her tears, they were fallin.
"You dont need to told me what you feel or what you did, I didnt wanna ask you about. The thing that you have to know is life ain't easy if you are the same person. Sometimes you need to be assertive and get angry if it is needed. Don't be so weak. Wolf will kill the lonely sheep"
Kenny, so thankful to god that had meet her to this woman. An hour wise advice boost kenny's soul. She opened her mind about life from her.
"Okay, madam thank you for everything. I can't describe my gratitude to you. I have to leave"
"Welcome, beauty. Come here if you need me . I'll glad to be with you. Remember preyers fix everything, sacrifice got everything"
The women smiled at kenny and looked her until she disappeared.
Rob didnt come home, he didnt call kenny back. Kenny on her messy and jealousy thought. She was so afraid that there may be girl with him. She was afraid that he left her heartlessly.
Kenny, blamed on her self for this. She tought that she supposed to be not getting married with rob. She forced her face to smile every single day. Kenny had ever thought about divorce, but she thought once again. In the beginning of marriage Rob and Kenny had promised to live the life together. Kenny had promised in front of her parent and family. Kenny bear the promise. Promise is the responsibility that have to be paid off. If kenny follow her ego as well, she could go and date with better men. She is still young. But, Kenny suggested herself that marriage is done once in entire life.
suddenly, Kenny got bleeding out from her nose and at the same time the little pair of hands hugs her back that woke her up for her thought.
"Mommy are you okay? What happened with your nose?"
Kenny took the tissue and cleaned her nosebleeding. And hold the cutie's hand.
"Mommy, I am sleepy and feel cold. Could you please sleep with me and hugs me till I fall a sleep"
"Yes sure, my dear"
The 3-old-years girl named chloe is one of the reason she has to be strong and courage to face the troubles and illness.
She's good but she lies, she is broken but won't people know. She's messy.
Sometimes, what we got in life is not what we asked for but what we need. Kenny thought that god have sent Rob to her because kenny need him. Rob may not give something to kenny, but what Rob has done to kenny is a lesson to be learnt. Kenny is reckless just enough, get hurt but learns how to toughen up when she's brokenhearted. It finally reminds her to fight and bring back fire in her eyes. How hard the situation is kenny loves Rob. Kenny loves Rob. Kenny Loves Rob. Kenny just known that she been got leukemia. Because of that, kenny have to be strong and get better to keep her life's good. Kenny have been trying to make it better. Kenny believe is all true.
Summer in 1979, Rob came home. Chloe met her father everyday.
Fall in 1980, Kenny pregnant her second child. And Rob still at home smiled at her.
Prayers, Patience and sacrifice always be paid off. Kenny is the happiest women in the world.
Jumat, 01 Januari 2016
The Blessed Reckless
Who'll be reckless just enough
Who'll get hurt but
Who learns how to toughen up when she's bruised. (Sara Bareilles, 2015)
And now she's got you. And you are not what she asked for, if she is honest, she will rewrite a beginning.
She is unrest.
She does everything without thinking the consequences, but she knows the consequences.
She is brave and kind to face it dangerously.
I know, she has many responsibility in the whole time.
Please don't break my daughter, heart.
the best give that God has to give.
You will never know how hard it is to bear the responsibility to keep the precious Pearl.
Please don't hurt, my dawn-friday girl.
Love
Patricia.