untungnya, aku masih semester tiga. belum terlambat untuk mempelajari linguistik. oh Ya aku mau bercerita mengenai kisahku tiga tahun lalu ketika berlibur bersama temanku, tepatnya tahun 2009.
waktu itu aku sedang berlibur di Kota Batu bersama ketiga temanku, sebenarnya berlibur ke kota Batu memang rutin kami lakukan namun kali ini berbeda. karena kita semuanya full team satu genk biasanya kami hanya berdua ataupun bertiga jarang sekali bisa full team heheheheh
hari itu kami dari Surabaya ke Malang kota naik Bus, perjalanan memakan waktu sekitar 2,5 jam karena ada kemacetan di daerah purwosari menuju arah malang. Sampai di Malang, Kami sengaja tidak turun di Terminal Arjosari melainkan turun di perempatan jalan dekat Pabrik Bentoel karena sesampai disana kami sudah dijemput oleh kakak temenku, mbak revi. setelah sudah masuk mobil, kami lanjutkan perjalanan ke kota Batu
malam harinya, kami berenam (dengan kakak temanku dan suaminya) berniat untuk jalan jalan di sekitaran Kota Malang. Di malang kami mampir di berbagai banyak tempat mulai dari beberapa kafe hingga tempat nongkrong non cafe (kayak alun -alun dan taman taman gitu loh). waktu sudah menunjukan pukul 11 malam, kami memutuskan untuk kembali ke Batu ke rumah kakak temanku itu. aku tertidur, di dalam mobil. entahlah, aku terasa lelah sekali hari itu.
tiba tiba aku terbangun gara gara aku merasakan hawa gerah, rupanya kami belum sampai juga. kami sedang terjebak macet di salah satu ruas jalan di Kota Batu. sedikit lagi sampai sebenernya kalo tanpa macet.
lainnya tertidur, tinggal dua orang yang terjaga aku dan mas risal (suami mbak revi). aku yang duduk di bangku di barisan kedua, tepat dekat kaca merasakan hawa makin gerah. aku ngecek AC yang ada diatasku, masih nyala tapi mengapa suasana panas sekali.
tiba tiba datang seseorang mendekat ke aku, ia mengetuk kaca mobil tepat sebelahkuu. "Astaghfirullah" ucapku terperanjat.
sesosok perempuan berambut panjang, berbaju kemeja penuh lumuran darah sedang mencoba berbicara padaku. bola matanya tak ada, mukanya pun berdarah darah. ia menangis disebelahku. aku membeku seketika. aku ketakutan, bibirku kaku tak bisa berkata apa - apa. dalam hati aku beristighfar tanpa henti.
"tolong carikan mataku, ku mohon" pintanya padaku. mataku pun masih terpaku melihat sosoknya, tak berpaling sedikitpun. aku benar benar kaku. aku terus lafadz kan asma allah swt beserta beberapa doa pendek yang kuingat. hatiku terasa tenang, anehnya aku cuma kaget tapi aku tidak takuy dengan sosok mengerikan itu. ya perempuan itu meminta tolong aku mencarikan kedua matanya .
aku tarik napasku dalam - dalam, aku pejamkan mataku. aku melafazkan beberapa doa yang biasa aku baca ketika berhadapan dengan kondisi saat ini.
beberapa saat setelahnya, ia pun tak kunjung pergi, ia masih menangis meminta tolong aku. kubuka kaca jendela mobil, aku sentuh tangannya. entah, tapi aku bisa merasakan tangannya yang cukup kasar. aku minta maaf padanya, aku belum bisa menolongnya.
"tenanglah, aku sudah pada allah swt. agar bisa menemukan matamu secepatnya. tapi maaf aku tidak bisa menolongmu. aku minta maaf. pergilah dengan tenang" ujarku padanya.
perempuan itu meninggalkanku dengan keadaan menangis, aku melihatnya terbang melesat jauh. "alhamdulillah" ujarku sembari menghembuskan nafas
"kenapa fa?" tanya mas risal.
"emm anu mas" aku berfikir sejenak mencari jawaban yang tepat karena aku tau ia tak bisa melihat apa yg terjadi barusan.
"ga apa apa mas, abis kentut heheheheheheehhehehe" daripad aku dikira hoax mending aku jawab dengan jawaban yang agak rasional hehehehe
spontan mas rizal langsung menutup hidung. di belakang aku terkekeh melihatnya.
********
esok harinya mba revi membangunkan kita berempat. ia menyuruh kita untuk ke pasar dan membeli beberapa botol susu.
"kalian tau ngga? aku barusan di telpon temanku. masak, pas dia mau ke pom bensin, daerah tempat kita macet semalam. dia diceritani salah satu petugas kebersihan yang biasa nyapu daerah situ katanya dia nemu bola mata" cerita mbak revi pagi itu membuat ketiga temanku langsung memelototlan matanya dan mengusir rasa kantuk seketika. ketiga temanku bergidik ketakuta dan saling memeluk satu sama lain
"trus mbak matanya ditaruh mana?" tanyaku pada mbak revi
"katanya sih langsung dibawa ke rumah sakit gitu, soalnya dua hari sebelumnya memang ada kecelakaan mobil di daerah situ dan menewaskan sembilan orang. keliatannya sih matanya salah satu korban"
aku tersenyum lega. akhirnya, allah mengabulkan doaku untuk itu. aku lihat dari balik pintu depan rumah mba revi, kulihat perempuan yang kemarin menemuiku tersenyum padaku. ia kini tampak sempurna dengan dua bola matanya yang indah. ia nampak cantik dengan badan tinggi. ia melambaikan tangan ke arahku dan tersenyum seraya ia pergi hingga tak tampak sampai pelupuk mataku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar