Surabaya siang ini mendung sekali, anginnya semilir membuat kita ingin segera menuntaskan tidu siang hingga sore hari tiba. aku rebahkan badan di kasurku "Bruk" uuhh rasanya, I couldnt ask more for this comfortable. jendela yang sudah terbuka mempersilahkan angin -angin semilir itu menyentuh tubuh - tubuhku. segar sekaliiii. ini semua membuatku sangat kantuk.
kupandangi langit - langit kamarku, ahhhhh, sudah 24 tahun aku di kamar sesak ini. kamar yang punya segala cerita tentang perjalanan hidupku dan juga tempat kurancang mimpi- mimpiku.
tiba - tiba lamunan membawaku terbang melayang ke beberapa waktu yang lalu. aku ingat ibuku pernah bercerita tentang seorang gadis. Akan kuingat waktu itu
*******************************************************************************
"loh kamu ga tidur?" ibuku menegurku dibalik pintu kamar
"iya sebentar habis ini" ujarku sambil melanjutkan menata buku pelajaran hari esok. ya besok hari kamis, aku ada pelajaran bahasa inggris dan bahasa indonesia. Aku sangat antusias sekali.
Ibuku masuk kekamarku dan berbaring di kamarku.
"sini tidur" ajak ibu.
setelah kurasa semua beres. aku mengiyakan ajakan ibu. tidur berdua disampingnya.
"Besok kalau sekolah perhatikan baik - baik ya, minggu depan ulangan" ujar ibu sambil mengelus elus rambutkyu.
aku tak menjawab, karena aku sudah lier -lier gara gara usapan ibu ke rambutku.
ibu memastikan apakah aku sudah tidur dengan mengangkat daguku ke arahnya, aku sudah terlelap tapi aku masih mendengar suara ibu bilang "huh anak lucu", tak kuindahkan, mataku sudah tidak bisa diajak berkompromi.
sayup-sayup aku mendengarkan ibu bercerita tentang seorang gadis, antara sadar dan tidak, antara mau mendengar dan tidak, telingaku tetap berfungsi baik kala itu.
"Sembilan tahun lalu, seorang gadis lahir kedunia dengan sehat. semua bidan dan dokter yang membantu persalinannya mengatakan bahwa bayi perempuan itu sangat cantik. sayang, waktu itu orang tuanya tak punya uang lebih untuk membeli baju bayi, alhasil dia hanya ditutupi handuk hingga sampai rumah. Dia bayi yang unik, jarang menangis banyak tertidur. tiga tahun kemudian, bayi itu berubah menjadi sosok yang gadis kecil yang cantik nan imut. dia selalu senang bila diajak bermain diluar, hal yang paling ia lakukan pertamakali ketika bermain diluar ialah mendekati orang lain didekatnya, entah sekedar melihat apa yang orang lain lakukan ataupun hanya sekedar menyapa. gadis ini sangat berani. dia suka sekali memegang buku ataupun melihat - lihat tulisan walapun belum bisa membacanya. dia belum boleh sekolah karena umurnya terlalu muda, tapi ia sangat ingin bersekolah. selalu setiap pagi dia melihat - anak anak yang bersekolah dan melihat mereka dari luar jendela. itu pun sudah membuatnya senang. melihat hal itu, ayahnya mulai mengajarkannya membaca. satu persatu huruf dikenalkan dan diajari cara mengeja per kata. aku masih ingat bagaimana girangnya gadis itu ketika belajar membaca, setiap hari dia selalu mencoba - coba apa yang diajarkan ayahnya. belum genap empat tahun, ia sudah bisa membaca koran. bayangkan saya, ketika yang lain baru belajar mengeja, ia sudah bisa membaca koran. yaaaaah, dia senang membaca. aku turut bangga. ketika sekolah pun demikian, dalam hal membaca dia tidak perlu diragukan lagi. gadis ini paling unggul, semua orang sudah tahu. tapi dia jarang sekali maju di depan kelas untuk membaca. entah dia malu ataupun dia tidak mau terlihat sombong. yang jelas, gadis ini sangat suka berteman. ketika teman -temannya punya tas ransel atu tas sekolah yang bagus, dia hanya punya tas kain yang dijahit budenya sendiri. tak apa baginya. gadis kecil ini tidak pernah berfikir hingga kesana, sekali lagi aku bangga padanya. beranjak menuju SD, saat pertama kali pendaftaran sekolah berlangsung. Ayahnya mendaftarkan diri di salah satu SD negeri dekat rumahnya, persyaratannya adalah calon siswa harus sudah bisa mengeja kalimat (bukan membaca), bagi ayahnya persyaratan tersebut ringan saja untuk putrinya, namun ada hal lain yang ia takutkan. benar saja, di tahap tes membaca gadis ini lolos dengan pujian, namun untuk biaya administrasi Ayahnya tidak cukup uang untuk itu. gadis kecil ini tidak tau menau soal hal itu, yang ia tahu hanya ia akan bersekolah dengan seragam putih merah dan bertemu teman baru di sekolah itu. Ayahnya waktu itu hanya seorang pegawai penjilidan dengan gaji tak menentu dan ibunya buruh pabrik kaleng di kawasan rungkut industri. Aku ingat betul waktu itu biaya masuk 200.000, nilai itu pada tahun tersebut banyak jumlahnya. karena bingung harus membayar, akhirnya gadis itu ditinggal sementara di sekolahan, sementara sang ayah harus kembali kerumah pinjam hutangan pada sanak saudara. aku juga ingat betul, hari itu hujan. sedangkan ayahnya harus mengayuh sepeda onthel menuju rumahnya dengan menerobos hujan deras itu. gadis itu memandangi ayahnya yang semakin jauh dengan tatapan dalam, aku tahu sebenarnya gadis itu ingin ikut dengan ayahnya, tapi ia hanya gadis kecil yang polos yang ingin bersama ayahnya. Aku sempat dengar cerita dr seorang tetangga, ketika gadis itu duduk menunggu ayahnya ia sempat meneteskan air mata namun tidak menangis. mungkin ia takut ditinggal sendirian di sekolah. tidak berapa lama, ayahnya kembali kesekolah, dari jauh gadis yang masih duduk di tempat yang sama meneriaki ayahnya yang masih mengayuh sepeda, tiba - tiba gadis ini berlari menghampiri ayahnya di gerbang sekolah dengan menerobos hujan.ayahnya yang basah kuyup, meraih putri kecilnya dan mendekap agar tidak kehujanan. ayahnya mengendong putrinya menuju ruang kepala sekolah, dengan keadaan basah kuyup, keduanya diterimalangsung oleh si kepala sekolah.ayahnya mengeluarkan dua uang 100.000 an dari sakunya, uang itupun takluput dari basah kuyup. hal ini menarik perhatian semua calon wali murid yang mendaftarkan anaknya di sekolah yang sama, mereka terharu dan tersanjung. tahun berlalu, gadis ini mulai tumbuh dewasa, diasekarang kelas 3 SD.meskipun tak selalu meraih ranking 1, tapi ia selalu masuk kategori sepuluh besar di kelasnya.peringainya tidak berubah, ia selalu ceria. gadis yang punya tanda lahir di paha kanan ini, senang sekali bila diajak berkawan siapa saja."
perlahan mataku terlelap, aku terbawa cerita, ibu masih saja bercerita. tapi aku tertidur.
***************************************************************************
aku akan berumur 24 tahun, aku akan menjadi seorang istri.
aku berterimakasih banyak pada tuhan karena selama ini aku tidak sama sekali pernah memiliki musuh.
aku sudah banyak mengalami suka duka baik dalam pertemanan maupun percintaan. aku tidak pernah menganggap itu sebuah hal yang besar.bagiku setiap hari aku selalu berbicara pada diriku sendiri jadilah orang seperti orang yang ingin kau temui. sebisa mungkin aku berusaha maksimal dalam melakukan apapun, aku sebisa mungkin sabar dalam menghadapi apapun.
aku sadar, friends is easy come and go. tapi, aku akan berusaha ada.
kadang aku selalu berfikir, aku ingin selalu berbuat baik ke orang lain, agar orang tersebut berbuat sama padaku. namun kenyataanya tidak. Dunia tidak semulus apa yang aku bayangkan.
berapapun sakit hati yang sudah aku alami, semuanya adalah pelajaran yang berarti. berapa kali "They try to drag me down", I will always cheer my self up.
Mungkin jika sekarang ada yang membenciku. Itu mungkin salahku, karena aku tidak bisa mengimbangi mereka.
Tidak apa -apa, saya akan terus memperbaiki diri.
yang aku pikirkan hanya ingin membahagiakan orang tuaku tanpa harus mereka tau apa yang sudah kujalani. My parents deserve the best.
aku sadar aku manusia, banyak sekali kesalahan yang aku buat.
tidak ada yang bisa berbuat lagi kecuali berdoa pada allah swt dan berusaha.
tiada masalah meskipun aku harus melakukan semua sendiri karena true friends are only in fairy tales.
terimakasih tuhan, atas semua yang telah engkau berikan padaku, engkau cukupi semua kebuthanku. couldnt ask more. alhamdulillah
"kraaaaaaak" terdengar suara pintu kamar terbuka
"plaaak" suara pukulan tangan sepupuku ke arah paha kananku,
"aduuuhhh apaaan ini" jawabku kesakitan
"kak itu apa sih di pahamu?"
"itu TO. bahasa indonesianya tanda lahir" jawabku.
Kamis, 20 April 2017
Senin, 06 Maret 2017
sedate
berada di suatu keadaan ketika kamu terkepung dengan masa lalu yang harusnya kamu lupakan tapi continously, teringat.
I have never felt this before.
aku sering memaafkan dan juga melupakan, sekarang aku tidak. selalu ada galian masa lalu yang masih menganga dalam pikiranku. apa aku belum menguburnya, atau malah ada orang lain yang menggali kembali kenangan yang sudah terkubur rapi. aku coba ingat kembali. sepertinya memang seperti itu, karena aku sudah tidak pernah kembali ke "makam" itu lagi.
ijinkan aku berfikir dan mengingat kembali.
18 detik.
ya, aku sadar sekarang ternyata bukan aku yang belum mengubur kenangan itu, melainkan orang - orang sekitarku yang menggali lagi benaman itu dan membuatku harus berhadapan kembali dengan "jasad" tersebut. Sedihnya lagi, oknum - oknum penggali itu tidak segan segan mengajak orang lain untuk ikut menggali juga.
ahhh.
sekarang galian itu dimana - mana. benda- benda dalam yang telah aku kubur rapi, kini hidup kembali.
aku tidak bisa lewat, aku takut ketika harus menghadapinya lagi. Setiap kutemui lubang galian, aku berusaha untuk menepis rasa takutku. Pilihannya hanya, aku tutup kembali galian itu dan pergi tanpa terhalang lagi, atau aku tetap tinggal dengan kuburan di depan.
ya, setiap ada galian itu. aku selalu berusaha untuk mengubur kembali dengan susah payah, dengan keringat bercucuran, dan darah yang mengalir.
sampai kapan aku harus terkepung dengan seperti ini, aku lelah.
Mereka selalu melihatku gembira dan tersenyu, tapi mereka tidak tahu kelelahan yang kurasakan di setiap harinya aku harus menutup lubang - lubang itu satu persatu.
apakah cinta sesusah ini, ya tuhan.
apakah cinta se-melelahkan ini, tuhan?
kalau memang jalanmu untukku seperti ini. aku ikhlas,
kutunggu mereka lelah untuk menggali lubang itu sepuasnya. hingga mereka gentar melihatku tak pernah lelah menutup kembali apa yang sudah mereka gali.
aku tidak marah, tuhan.
aku cuma ingin engkau berikan lebih kekuatan dan kesabaran.
jangan hilngkan hidayah pada diriku untuk terus beriman, ya tuhan.
karena bila cobaan hidup berat, aku memilkimu untuk membuatnya ringan.
Minggu, 19 Februari 2017
Too late, to be left
Seberapa salahkah dirikuHingga kau sakiti aku, begitu menusukkuInikah caramu membalasAku yang selalu ada saat kau terluka
Seberapa hinanya dirikuHingga kau ludahi semua yang ku beri untukmuTak ada satu pun perasaan yang mampu membuatku begitu terluka
Namun ku terlanjur mencintai dirimuTerlambat bagiku pergi darimuBagiku terlalu indah perasaan ituTak mudah untukku menjauh darimu
Telah ku coba segala carauntuk bahagiakan kamuMerebut hatimu
Namun tak semudah yang ku bayangkanBila kau tak inginkan aku untuk di sisimu
Tak pernah kurasakan sebelumnyaMenginginkan dirinya hingga ku tak kuasa meyakini hatiku bahwa ku mampu berlalu
Namun ku terlanjur mencintai dirimuTerlambat bagiku pergi darimuBagiku terlalu indah perasaan ituTak mudah untukku menjauh darimu
arlnsymrldy
Seberapa hinanya dirikuHingga kau ludahi semua yang ku beri untukmuTak ada satu pun perasaan yang mampu membuatku begitu terluka
Namun ku terlanjur mencintai dirimuTerlambat bagiku pergi darimuBagiku terlalu indah perasaan ituTak mudah untukku menjauh darimu
Telah ku coba segala carauntuk bahagiakan kamuMerebut hatimu
Namun tak semudah yang ku bayangkanBila kau tak inginkan aku untuk di sisimu
Tak pernah kurasakan sebelumnyaMenginginkan dirinya hingga ku tak kuasa meyakini hatiku bahwa ku mampu berlalu
Namun ku terlanjur mencintai dirimuTerlambat bagiku pergi darimuBagiku terlalu indah perasaan ituTak mudah untukku menjauh darimu
arlnsymrldy
Langganan:
Postingan (Atom)