Senin, 06 Maret 2017

sedate

berada di suatu keadaan ketika kamu terkepung dengan masa lalu yang harusnya kamu lupakan tapi continously, teringat. 
I have never felt this before. 

aku sering memaafkan dan juga melupakan, sekarang aku tidak. selalu ada galian masa lalu yang masih menganga dalam pikiranku. apa aku belum menguburnya, atau malah ada orang lain yang menggali kembali kenangan yang sudah terkubur rapi. aku coba ingat kembali. sepertinya memang seperti itu, karena aku sudah tidak pernah kembali ke "makam" itu lagi. 

ijinkan aku berfikir dan mengingat kembali.

18 detik.

ya, aku sadar sekarang ternyata bukan aku yang belum mengubur kenangan itu, melainkan orang - orang sekitarku yang menggali lagi benaman itu dan membuatku harus berhadapan kembali dengan "jasad" tersebut. Sedihnya lagi, oknum - oknum penggali itu tidak segan segan mengajak orang lain untuk ikut menggali juga. 

ahhh.

sekarang galian itu dimana - mana. benda- benda dalam yang telah aku kubur rapi, kini hidup kembali. 

aku tidak bisa lewat, aku takut ketika harus menghadapinya lagi. Setiap kutemui lubang galian, aku berusaha untuk menepis rasa takutku. Pilihannya hanya, aku tutup kembali galian itu dan pergi tanpa terhalang lagi, atau aku tetap tinggal dengan kuburan di depan. 

ya, setiap ada galian itu. aku selalu berusaha untuk mengubur kembali dengan susah payah, dengan keringat bercucuran, dan darah yang mengalir. 

sampai kapan aku harus terkepung dengan seperti ini, aku lelah. 

Mereka selalu melihatku gembira dan tersenyu, tapi mereka tidak tahu kelelahan yang kurasakan di setiap harinya aku harus menutup lubang - lubang itu satu persatu.

apakah cinta sesusah ini, ya tuhan.
apakah cinta se-melelahkan ini, tuhan?

kalau memang jalanmu untukku seperti ini. aku ikhlas,

kutunggu mereka lelah untuk menggali lubang itu sepuasnya. hingga mereka gentar melihatku tak pernah lelah menutup kembali apa yang sudah mereka gali. 

aku tidak marah, tuhan.
aku cuma ingin engkau berikan lebih kekuatan dan kesabaran. 
jangan hilngkan hidayah pada diriku untuk terus beriman, ya tuhan.
karena bila cobaan hidup berat, aku memilkimu untuk membuatnya ringan. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SLIDE1